Oktober 2000

Waktu berlalu…

Tanpa terasa tahun ajaran barupun dimulai. Saat untuk menjalani kuliah seperti sebelumnya.

Pertemuan denganmu seakan tanpa bekas. Tak ada kabar, tak ada berita kaupun menghilang.

Tiada angin, tiada hujan. Suatu malam kau bertandang ke tempat kostku. Ternyata teman-teman kostku adalah teman-temanmu di Persekutuan Mahasiswa Kristen kampus.

Aku baru bangun tidur saat mendengar suara yang sepertinya kukenal, suaramu. Setengah memaksa membuka mata, aku bangun dan keluar kamar. Aku mendapatimu sedang bercengkerama dan bercanda dengan teman-teman kostku, Nia dan Sisi.

“Hei…. “, sapamu. “Kamu kost disini juga?”, tanyamu lagi.

“Iya”, jawabku.

“Lho, mbak udah kenal mas Ipank to”, tanya Nia.

“Kemaren ketemu waktu dia KKN di desaku Ni. Ternyata dia temenmu to”.

“Temen di persekutuan mbak”.

“Btw kost di mana mas?”, tanyaku kepadamu.

“Aku kos di deket sini kok, daerah Klampok juga, itu yang deket masjid”, jawabmu. “Kapan-kapan maen kesana sama Nia dan Sisi.”

“Iya mas, tenang aja. Tapi musti disiapin macem-macem lo ya. Rugi dong kalo udah kesana cuma nganggur tok.. he..he..”.

“Iya, iya, tenang aja, ntar biar Nia dan Sisi yang siapin”, katamu sambil nyengir.

“Yeeee… enak di mas Ipank ga enak di kita dong”, Nia dan Sisi protes dengan kompak.

“Ha…ha..ha..ha…”, kita tertawa bersama.

Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan untukku. Malam pertama yang membuatku dekat denganmu.

Sejak malam itu, kamu semakin sering datang ke kostku. Walaupun dengan alasan bertemu dengan Nia dan Sisi, tapi mau tak mau kamu juga bertemu denganku.

Pertemuan-pertemuan yang terjadi membawa kita ke sebuah kisah yang tak kita sadari. Saat kurasakan perhatianmu kepadaku lebih dari perhatianmu kepada Nia dan Sisi, mulai kurasakan rasa dan asa yang tumbuh di dada.

Tanpa kata, tanpa komitmen, kita jalan bersama. Mulai menjalani hari-hari dengan kehadiranmu disisiku. Bercanda, bercerita, dan tertawa berdua. Akhirnya, juga tanpa kata, kamu perlahan-lahan mulai menjauh. Tanpa ku tahu sebabnya.

Suatu hari, kudengar kabar yang menyesakkan dada. Ternyata kamu sudah bersama orang lain. Seseorang yang sama sekali tak pernah ku tahu dan tak pernah kau sebut namanya. Seseorang yang mengubah cerita kita.