Tag

, , , , , ,

Pengguna Facebook datang dan pergi. Ada yang betah, ada yang meninggalkan Facebook selamanya. Dari hasil penelitian para pendukung privasi dan keamanan, diketahui terdapat 12 penyebab mengapa pengguna memilih keluar dari Facebook.

Berikut alasan mereka.

1. Privasi tinggal kenangan

Begitu bergabung di Facebook, bisa dibilang privasi Anda sudah tinggal kenangan. Hal tersebut sepertinya diamini pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Dalam sebuah ajang penghargaan ia terang-terangan mengatakan bahwa berbagi informasi dengan banyak orang adalah norma sosial yang berlaku sekarang ini. Banyak orang menerjemahkan pernyataan tersebut sebagai tidak pentingnya arti privasi bagi Facebook.

2. Kepentingan Anda tidak diperhatikan

Tom Eston, pembuat situs socialmediasecurity.com berpendapat, model bisnis yang paling mendasar dari Facebook dan situs sosial lainnya seperti Twitter, adalah mempublikasikan informasi pengguna seluas mungkin, dan menjadikannya cara baru untuk menghasilkan uang. Dengan dasar seperti itu, Eston berpikir, bisakah kita mengandalkan mereka untuk melindungi kita? Belum lagi ada banyak aplikasi seperti kuis atau game yang selalu meminta data pengguna setiap kali kita ingin bergabung.

3. Desain yang berubah pengaruhi privasi

Saat Facebook melakukan re-design pada Desember 2009 misalnya, membuat informasi yang semula diseting privat seperti foto dan fan page, berubah jadi bersifat publik dan bisa ditemukan di fasilitas pencarian.

4. Serangan social engineering semakin terarah

Semakin banyak informasi yang dipajang di Facebook, makin berkurang privasi seseorang. Artinya, para kriminal cyber akan makin gampang mendapatkan informasi tentang orang tersebut. Informasi tersebut bisa digunakan untuk mengelabui dan menjebak mereka agar mau terpancing mengklik link-link penuh jebakan.

5. Banyak jebakan iklan pop-up

Salah satu skenario yang kerap digunakan adalah jebakan berkedok iklan pop-up. Iklan-iklan tersebut biasanya pura-pura menawarkan software untuk mengatasi masalah keamanan pada komputer. Tapi kenyataannya bukan software yang kita dapat, melainkan malah program perusak atau konten kotor. Skenario seperti ini biasa dinamakan “Scareware”, dan terbukti masih efektif untuk mengelabui user yang kurang waspada.

6. Spam merajalela

Tom Eston mengungkap, pemilik Blackberry yang mengakses aplikasi mobile Facebook jadi sasaran spam. Spam yang mereka terima pun jumlahnya bertambah dari waktu ke waktu.

7. Tidak benar-benar kenal teman sendiri Perusahaan keamanan Cloudmark, dalam laporan yang dirilis pada 2008 mengungkap bahwa hampir 40 persen profil baru di Facebook adalah palsu. Jika Anda punya ratusan teman di Facebook, besar kemungkinan ada satu atau dua teman palsu di dalamnya.

8. Ancaman kian mengintai

Pengguna Facebook yang suka mengumumkan semua kegiatannya, apa, dan di mana mereka berada, tidak menyadari kalau sebenarnya mereka menjadikan dirinya sebagai target kejahatan. Bayangkan jika sebuah status berbunyi “di rumah sendiri, semua pada pergi”, lalu foto yang terpampang di profile adalah gadis cantik berwajah polos, yang juga menyertakan lokasi dan alamat secara detil. Bukannya tidak mungkin ada satu atau dua penjahat di luar sana, yang langsung gatal ingin segera beraksi.

9. Perubahan pengaturan privasi

Facebook kerap mengganti tampilan dan pengaturan privasinya. Banyak analis dan spekulasi yang membahas kemungkinan Facebook akan melakukan penjualan saham publik (IPO). Apa arti semua ini bagi pengguna? Wright mengatakan, banyak yang menerjemahkan ini sebagai makin tingginya peluang kehilangan privasi. Bukannya tidak mungkin Facebook akan mencari keuntungan dengan menawarkan informasi pengguna kepada para pengiklan dan pembuat aplikasi.

10. Rawan dibuntuti dan diawasi

Jejaring sosial memungkinkan seseorang untuk membuntuti atau mengawasi orang lain, misalnya mantan pacar. Kasus seperti ini banyak terjadi, dan aplikasinya memungkinkan untuk itu. Bahkan tak jarang orang tua yang meng-add anaknya untuk mengawasi aktivitas online putra-putri mereka. Para pengguna Facebook usia 20-an tahun mengaku ingin segera keluar dari Facebook saat orang tua mereka meminta menjadi teman di Facebook.

11. Tak ada waktu lagi

Entah karena kesibukan yang makin meninggi atau karena adanya pembatasan pengaksesan situs jejaring sosial dari tempat kerja, membuat akun Facebook menjadi terbengkalai. Daripada tak sering di-update atau tak bisa memantau pesan yang masuk, maka banyak yang memilih untuk menutup saja akun Facebook-nya sekalian.

12. Bosan!

Entah karena awalnya hanya sekedar ikut-ikutan, atau memang sudah merasa, maka menggunakan Facebook sudah tak ada tantangan atau tak ada hal yang bisa dianggap menarik/baru lagi. Maka, say goodbye ke Facebook!

 

Hmm…hmm… keluar ga ya????