Tag

, , , , , , , , , ,

Tak mau kalah dengan masyarakat yang demam update status di dunia maya seperti Facebook dan Twitter, Gunung Merapi rupanya juga ingin update status juga.

Sejak kemarin, Gunung Merapi dinyatakan dalam kondisi AWAS yang sangat berbahaya bagi masyarakat yang ada disekitarnya dalam radius 10 km karena dimungkinkan terjadi letusan. Dan ternyata, letusan yang dikhawatirkan benar-benar terjadi pada pkl. 17.02 WIB.

Merapi mengeluarkan awan panas yang disebut wedus gembhel, dengan tingkat suhu mencapai 500 derajat celcius. Bisa dibayangkan seperti apa kondisi masyarakat yang berada di sekitar Merapi. Bahkan dikabarkan juga desa tempat tinggal Mbah Marijan hancur dan rata dengan tanah. Para penduduk yang panik segera turun gunung untuk mencari perlindungan di barak-barak pengungsian.

Menurut para penduduk yang mengungsi, letusan yang terjadi saat ini lebih parah daripada letusan yang terjadi pada tahun 2006 lalu. Hujan debu vulkanik dan kerikil yang tebal mengurangi jarak pandang sehingga puncak Merapi tidak terlihat dari barak pengungsian. Para petugas yang membantu para pengungsi sampai kewalahan karena banyaknya penduduk yang masih bertahan di desa mereka. Sampai tadi pagi dikabarkan ada 25 korban jiwa puluhan penduduk yang luka-luka, baik karena sesak nafas maupun luka bakar dikarenakan terkena awan panas.

Lalu, kemana Mbah Marijan?

Tadi pagi ditemukan 9 jenazah di sekitar rumah Mbah Marijan. Salah satu dari jenazah tersebut diperkirakan adalah Mbah Marijan karena sedang berada di kamar beliau dan mengenakan baju yang biasa beliau pakai. Walaupun belum dipastikan bahwa korban tersebut Mbah Marijan, tetapi sudah ditulis inisial M pada tempat jenazah. Bahkan ada seorang bayi yang baru berusia 2 bulan juga tewas disebabkan gagal nafas karena menghirup debu vulkanik. Salah seorang wartawan media online, Vivanews, juga tewas disebabkan terkena awan panas Merapi.

Ahh… jadi trenyuh dan prihatin sekali melihat penderitaan para pengungsi yang berada di barak pengungsian. Salah seorang kerabat teman saya mengabarkan bahwa para pengungsi sampai tadi pagi belum mendapatkan bantuan apapun, bahkan makanan juga tidak ada.

Saya hanya bisa berdoa, semoga mereka semua selamat. Dan bagi para korban tewas, semoga arwah mereka diterima di sisi Tuhan. Amin