Tag

, , , , , , ,

Biasanya ketika Anda membeli PC baru, penjual komputer tidak membagi atau mempartisi hard disk pada PC menjadi beberapa bagian. Padahal, fungsi partisi ini penting untuk memisahkan antara program, sistem operasi, dan data. Dengan memisahkan data yang penting di drive lain, maka akan mengurangi risiko apabila sistem operasi PC Anda bermasalah atau ada kerusakan.

Sebenarnya dengan cara sederhana Anda bisa mempartisi sendiri hard disk menjadi beberapa bagian. Di sini kami menginformasikan kepada Anda cara mudah untuk mempartisi hard disk baru, atau hard disk yang telah dikosongkan dengan FDisk.

Pada hard disk isi data, apabila Anda ingin mempartisinya dengan Fdisk, maka kami sarankan untuk melakukan back-up data terlebih dahulu.

LANGKAH 1

Nyalakan komputer, saat booting pencet tombol [Delete] sehingga masuk ke BIOS, dan ceklah pada menu Boot. Pastikan booting pertama adalah dari drive A:\ atau floppy drive. Masukkan start up disk pada floppy drive, sehingga yang dibaca pertama kali saat booting adalah drive A:\.

Setelah muncul A:\> ( A prompt), ketikkan fdisk lalu tekan tombol [Enter]. Akan muncul peringatan mengenai besarnya hard disk Anda, Windows yang Anda gunakan juga mendukung hard disk di atas 2 Gb. Maka, apabila kapasitas hard disk Anda lebih dari 10 Gb, isikan pada pertanyaan “Do you wish to enable large disk support (Y/N)…?” dengan menekan tombol [Y].

LANGKAH 2

Selanjutnya muncul menu [FDisk Options], pilih opsi pertama “Create DOS Partition or Logical DOS Drive” dengan cara menekan tombol [1], lalu tekan [Enter]. Pada menu Display Partition Information selanjutnya hanya berisi info pilihan partisi yang telah Anda pilih. Tekan [Enter]. Apabila Anda akan membagi hard disk menjadi beberapa partisi, tentukan terlebih dahulu partisi primary atau yang pertama. Tekan tombol [1] untuk memilih “Create Primary DOS Partition”, lalu pencet [Enter].

LANGKAH 3

Pada menu berikutnya, Anda akan diberi pilihan untuk memaksimalkan primary DOS partition dan membuatnya aktif atau tidak. Kliklah tombol [N] sehingga informasi besarnya hard disk terlihat. Lihatlah pada screenshot, besarnya hard disk adalah 4126 Mbytes (1 Mbyte =1048576 bytes, 1 Gb = 1000 Mb), maka bila dibulatkan menjadi 4 Gb. Nah, tentukan besarnya kapasitas untuk primary DOS partition alias partisi pertama. Di sini kami isikan 2000 Mb atau 2 Gb, lalu tekan [Enter] maka akan mulai pembacaan hard disk. Setelah selesai akan muncul informasi tabel partisi isinya, partition, status, type, volume label, Mbytes, system, dan usage. Lihatlah sekarang drive C:1, sebagai primary DOS, labelnya masih kosong karena belum terisi dan besarnya 2000 Mbyte, serta digunakan sebesar 48%. Setelah itu, tekan [Enter].

MEMBUAT START UP DISK Start up disk berguna sebagai penolong ketika Windows PC Anda bermasalah. Cara membuatnya cukup mudah, apabila Anda menggunakan Windows 95/98/ME. Klik [Start] [Settings] [Control Panel] [Add/Remove Programs]. Setelah keluar boks dialog, klik tab b, masukkan disket floppy kosong ke drive 3,5 lalu klik [Create Disk]. Di dalamnya terdapat Fdisk.exe atau Fixed Disk Setup Program yang berguna untuk mempartisi disk.

LANGKAH 4

Sekarang Anda menentukan partisi kedua. Pada menu “Create DOS Partition or Logical DOS Drive” seperti pada Langkah 2, pilih Create Extended DOS Partition dengan mengetikkan angka 2 pada Enter Choice [ ]. Setelahnya tekan [Enter], maka Anda masuk dalam menu Create Extended DOS Partition. Di situ terlihat, partisi pertama telah terbentuk, nah karena total hard disk 4126 Mbytes, telah terpakai 2000 Mbyte maka Anda memiliki sisa 2156 Mbyte. Sisa kapasitas ini (52%) bisa Anda partisi lagi menjadi partisi yang lebih kecil lagi. Di sini kami jadikan partisi kedua, maka pada isian Extended DOS Partition diisikan [2156], lalu klik [Enter]. Hard disk akan diproses, tunggulah sampai mencapai persentase 100. Lalu pada layar akan muncul C2, tipe Ext DOS, selanjutnya tekanlah [Enter]. Sekarang partisi kedua C2 akan menjadi drive D. Untuk melanjutkan proses, tekanlah tombol [Escape].

LANGKAH 5

Nah, proses akhir adalah me-restart PC Anda dan memformat hard disk Anda. Keluarlah dari program FDisk terlebih dahulu dengan menekan kembali [Escape]. Setelah Anda me-restart PC dengan posisi startup disk masih di dalam drive A. Booting akan berjalan sampai muncul A prompt, lalu Anda harus memformat hard disk. Ketikkan A:>format c:/s (artinya memformat hard disk sekaligus menyertakan sistem di dalamnya). Lalu akan muncul peringatan bahwa data di hard disk akan dihapus, tekan tombol [Y]. Proses formating disk berjalan. Apabila sudah komplet, muncul informasinya.

LANGKAH 6

Selanjutnya, Anda bisa mengisikan label atau nama untuk partisi pertama alias drive C, isikan nama Anda lalu tekan [Enter]. Proses formating akan memberitahukan Anda mengenai sisa kapasitas yang ada di C, total byte yang dipakai sistem, termasuk kalau terdapat bad sector. Demikian pula untuk memformat drive D. Ketik dengan perintah A:>format d:, karena drive D tidak dipakai sebagai tempat sistem, tidak perlu memasukkan file sistem. Karena proses format hard disk ukuran besar biasanya lama, kami sarankan untuk memformat drive D dari Windows saja. Jadi, setelah format C selesai dan muncul A prompt, masukkan CD instaler Windows 98 atau ME ke drive CD-ROM, lalu ketik “A:>E:” Ini karena secara otomatis drive CD-ROM akan menempati urutan drive berikutnya setelah drive D.