Tag

, , , , ,

Bila aku memikirkan tentang orang2 yang aku sayang, apa yang bisa kulakukan untuk mereka, mencoba memberikan yang terbaik, egoiskah aku?

Aku tidak pernah berkata, “Aku tidak ingin hidup bersama Ayah”. Aku hanya meminta Ayah sedikit bersabar. Dengan menunggu kontrak kerjaku berakhir dan menunggu posisi ayah disana sudah benar2 memungkinkan untuk membawa Tyo kesana.

Bukan masalah percaya atau tidak. Kalau aku tidak percaya, untuk apa aku menikah ma Ayah. Hidup bertiga bersama Ayah dan Tyo, adalah impian terbesarku saat ini. Tapi, aku juga ga mau egois terlebih untuk hidup Tyo.

Alasan aku bertahan disini juga bukan karena ‘enjoy’. Kalo masalah enjoy, aku lebih enjoy di Malang kok. Tetapi semua karena kebutuhan kita. Keinginanku untuk memberi yang terbaik untuk Tyo.

Kalo ayah bilang aku terlalu banyak memberi persyaratan, tolong dipikirkan lagi. Aku ga pernah memberi syarat apapun, aku hanya meminta ayah menunggu sebentar sampai kontrakku selesai. Juga menunggu Tyo sedikit lebih besar dan siap untuk dibawa kesana. Walaupun aku harus keluar kerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga, aku bersedia kok. Apakah itu yang dimaksud ‘syarat’?

Egoiskah aku?