Tag

, , , , , , ,

Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah status dari mantan murid saya. Kebetulan dia adalah murid yang baru lulus, jadi sekarang baru di kelas 7. Ada kata-kata yang membuat saya tersenyum sendiri.

Dia menulis distatusnya, “Aq makin saiank deh ma qmu…”

Aduh… saya sedikit kaget membaca status seperti itu. Wah, masih kecil kok sudah sayang-sayangan ya. Padahal usianya masih sangat belia, sekitar 12 atau 13 tahun.

Sedikit ada keprihatinan dalam hati saya melihat begitu banyaknya anak-anak kecil yang sudah tahu (atau sok tahu) tentang arti cinta, sayang bahkan ada yang sudah pacaran. Mereka seakan-akan sudah benar-benar mengerti apa sih cinta itu.

Mungkin dengan banyaknya sinetron di televisi yang menayangkan tentang anak-anak kecil yang sudah taksir-taksiran dengan lawan jenis, membuat mereka berpikir bahwa pacaran juga boleh dilakukan oleh anak-anak kecil. Padahal mungkin mereka tidak tahu benar sebenarnya pacaran itu gimana sih, untuk apa sih?

Menurut saya, program di televisi, internet, lagu-lagu cinta mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam dunia anak-anak. Mereka yang memang belum sepenuhnya mengerti, menjadi penasaran ingin tahu dan merasakan cinta itu seperti apa.

Sebenarnya bukan hal yang aneh bahwa anak-anak usia belasan sudah merasa tertarik dengan lawan jenis, karena perkembangan dan perubahan hormon dalam tubuh mereka memang mendukung untuk itu. Tetapi kadang, karena pengaruh-pengaruh dari luar, membuat mereka menjadi lebih berani dan terlalu dini untuk mulai berpacaran.

Memang tidak ada salahnya mengenal lawan jenis, tetapi yang ditakutkan adalah dampak dari pertemanan mereka tersebut. Apabila pertemanan mereka membawa pengaruh baik seperti semakin rajin belajar, semakin tekun berdoa, semakin baik dalam pergaulan, dia juga akan menjadi lebih baik. Tetapi apabila sebaliknya, dia juga akan terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang negatif, karena pencarian jati diri yang dilakukan oleh anak-anak remaja masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan mereka.

Kalau sudah begini, anak-anak enaknya boleh pacaran ga ya? Kalau pendapat saya, sebaiknya menunggu untuk lebih dewasa dalam berpikir, sehingga mereka bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk untuk hidup dan pergaulan mereka.

Anak-anak… yang sabar ya…. nanti pasti ada waktunya sendiri untuk jatuh cinta dan pacaran yang baik dan sehat… OK!!!