Tag

, , , , , , ,

Kreatif… hmmm… kata itu sering sekali kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tetapi apakah kreativitas itu jatuh dari langit? Adilkah bila kita menganggap seseorang lebih kreatif ketimbang orang lainnya?

Menurut beberapa ahli, itu semua non sense! Memang benar kreativitas itu bakat dan anugerah, tapi tak berarti tak bisa diasah dan dibentuk. Kita sendiri juga bisa menciptakan kreativitas. Camkan bahwa:

Setiap orang bisa menjadi kreatif.
Tak perlu menjadi orang yang sangat spesifik atau unik, apa lagi jenius untuk menjadi kreatif.

Kreativitas dapat diekspresikan dalam berbagai pekerjaan dan aspek kehidupan.
Artinya, kita bisa menciptakan suatu hukum baru, atau cara baru dalam mengisi hidup. Atau menciptakan hal-hal baru, atau alternatif baru dalam memecahkan masalah-masalah klasik.

Keluarkan jiwa kanak-kanak kita.
Ketika kita belia, kita dibimbing oleh intuisi dan perkiraan. Tapi, setelah dewasa, sudah lebih banyak “do’s” and “dont’s”. Beri pendekatakan kekanakan pada setiap proyek, beri kebebasan dan buka pikiran. Berpikirlah secara naif dan karanglah pertanyaan-pertanyaan tolol.

Katakan ‘jangan banyak omong’ pada orang dewasa dalam diri kita.
Kalau akan berkarya, bagian otak yang logis dan dewasa sering menghalangi karena adanya faktor ketidakmungkinan. Jangan dengarkan, teruslah berkarya.
Soalnya, itu akan menekan ide-ide kreatif kita. Entah itu dalam menulis, melakukan pekerjaan tangan, dan semacamnya.

Izinkan diri kita melakukan kesalahan.
Ada satu langkah dalam kehidupan yang ‘menyuruh’ orang berbuat salah. Misalnya, mencoba sesuatu yang tidak lazim, dengan tujuan menciptakan sesuatu yang baru. Itu bagus, karena kita akan belajar dari kesalahan itu, supaya langkah selanjutkan akan lebih baik.
Bayangkan seorang pelukis yang memiliki buku sketsa yang tebal. Pasti dia telah melakukan banyak kesalahan sebelum mencapai gambar yang terbaik.

Isi ‘baterai kita.
Pikiran kreatif membutuhkan ide segar, seperti otot membutuhkan makanan. Jadi, lihatlah sekitar kita. Tontonlah film, datangi toko, museum, atau apa pun yang kita sukai. Pikiran kita akan menyerap pelbagai hal, yang mungkin bisa menjadi sumber ide.

Cobalah memiliki kegiatan rutin.
Kalau pikiran kita sedang buntu, beritirahatlah sejenak dan kerjakan sesuatu yang sifatnya rutin. Misalnya, mencuci piring, mandi, bercukur, atau cuma berjalan sekeliling tempat kita.
Pekerjaan ini akan membuat pikiran pragmatis kita sibuk, sehingga pikiran yang kekanak-kanakan itu akan muncul tiba-tiba.

Tuliskan ide bagus bisa muncul pada saat-saat tak terduga.
Kalau punya alat tulis, kita bisa menuliskannya segera supaya tidak lupa. Konon, Paul McCartney menciptakan lagu Yesterday yang legendaris itu ketika bangun tidur. Kalau tak kontan menuliskannya, pasti ide itu keburu lenyap.
Katanya, di antara yang nggak-nggak yang kita tulis, pasti akan ketemu ide bagus. Soalnya, menulis itu bisa merangsang ide.

Percaya bahwa kita bisa melakukannya.
Jangan ragu-ragu ketika memulai sesuatu. Yang penting kita percayai, kita semua punya kekuatan untuk menjadi kreatif, siapa pun dia adanya.

So, let’s be a creative person guys….