Tag

, , , , , , , , ,

 

 

 

 

 

 

 

Kata “hieroglyphic” berarti “pahatan suci”. Sebenarnya, itu bukanlah nama yang tepat bagi tulisan kuno Mesir. Namanya seperti itu karena ketika orang Yunani pertama kali melihat tulisan itu, mereka yakin bahwa itu ditulis oleh pendeta untuk maksud yang suci.

Hieroglyphic Mesir merupakan salah satu sistem penulisan yang paling tua yang dikenal manusia. Beberapa dari tulisan itu berasal dari tahun 3000 sebelum Masehi, dan hieroglyphic menjadi tulisan Mesir selama lebih dari 3000 tahun.

Mulanya, orang Mesir menggunakan bentuk gambar tulisan yang kasar, seperti yang digunakan oleh suku-suku primitif di seluruh dunia. Hieroglyphic adalah gambar, masing-masing mewakili obyek alamiah. Matahari digambarkan sebagai piringan, bulan oleh bulan sabit, air oleh garis bergelombang, orang dengan bentuk orang dan seterusnya.

Tapi tulisan gambar ini tidak dapat mewakili benda-benda yang tidak dapat dilihat oleh mata  seperti pikiran, cahaya dan hari. Jadi lambat laun hieroglyphic lebih menjadi simbol ide daripada gambar obyek. Piringan dapat juga berarti “hari” dan bukan hanya matahari. Simbol lain berarti “berbalik”. Ide-ide ini disebut “ideogram”.

Hieroglyphic berkembang dengan menggunakan gambar untuk mewakili bunyi daripada untuk obyek sesungguhnya. Misalnya, gambar lebah bisa bukan berarti serangga, tetapi kata “lebah”. Daun dapat berarti kata “percaya”. Hieroglyphic yang digunakan sebagai bunyi dikenal dengan nama “fonogram”.

Belakangan, orang Mesir dapat menulis kata apa saja yang mereka kenal, baik kata itu berarti sesuatu yang dapat mereka gambarkan atau tidak. dari fonogram tersebut mereka kembangkan satu seri tanda, masing-masing mewakili satu huruf. Dalam penulisan, orang Mesir hanya menggunakan konsonan (huruf mati). Orang Mesir juga terus menggunakan tanda-tanda lama dalam penulisan mereka seperti ideogram, fonogram dan picturegram yang semuanya digabungkan. Lambat laun, tulisannya menjadi sangat rumit sehingga sulit dimengerti oleh orang awam.

About these ads